SSD vs HDD Bagus Mana Berdasarkan Penggunaan

Maret 07, 2018

SSD merupakan hardwere penyimpanan pada komputer yang dikembangkan pertama kali tahun 2005 oleh Apple untuk produknya. SSD menggunkan teknologi notable flash-based yaitu teknologi penyimpanan padat dengan microchip seperti kartu memory. Seiring berjalannya waktu SSD dikembangkan oleh berbagai pihak baik dikalangan industri maupun institusi penelitian. 

Teknologi hardwere penyimpanan non-volatile komputer yang paling populer adalah HDD dan SSD. HDD dan SSD merupakan media penyimpanan yang menggunakan teknologi yang berbeda. Secara umum SSD 10x lebih cepat dari HDD, namun terdapat beberapa alasan logis yang menyebabkan pengguna tetap menggunakan HDD sebagai media penyimpanan. Berikut artikel SSD vs HDD Bagus Mana Berdasarkan Penggunaan.

Apa Itu HDD atau Hard Disk Drive?

HDD merupakan hardwere penyimpanan pada komputer yang dikembangkan pertama kali oleh IBM pada tahun 1953. Sejak pertama rilis HDD dapat menampung data hanya 3,75MB. Di tahun 2017 HDD dapat menyimpan data hingga 20TB. Striktur HDD
HDD secara umum menggunakan beberapa piringan digital, dipasang secara berjajar dengan spindle yang berputar menggunakan satu motor pengendali. Setiap piringan dilengkapi chamber pada head HDD untuk menulis dan membaca data. Kecepatan putaran spindle menentukan performa HDD dan tentunya ini berbanding lurus terhadap penggunaan daya dan suara yang ditimbulkan. Pada umumnya HDD mempunyai kecepatan 5400rpm dan 7200rpm (rpm = putaran per menit).

Apa Itu SSD atau Solid State Drive?

Perkembangan selanjutnya SSD menggunakan teknologi NAND dengan penyimpanan data berupa array. Hal ini merupakan kontribusi IBM sebagai industri penyimpanan digital tertua terhadap perkembangan SSD. Karena SSD menggunakan teknologi NAND, data dapat diakses dengan cepat secara elektrik. SSD menggunakan hardwere controler khusus yang dapat memetakan data pada setiap segmen dan mengingatnya ketika terjadi proses baca-tulis. SSD menggunakan Teknologi NCQ dan algoritma BCH ECC sehingga data dapat diakses dengan sangat cepat dan error yang sangat sedikit.

SSD VS HDD Bagus Mana?

  1. Kecepatan Read-Writer

    SSD dapat membaca dan menulis data hingga 550mb/s sedangkan HDD mempunyai kecepatan rata-rata 60mb/s. HDD jauh lebih lambat karena harus menunggu putaran spindle untuk mengakses data. Sedangkan SSD hanya menggunakan tenaga elektrik untuk mengakses data walaupun segmen antar data berjauhan.
  2. Kompatibilitas Hardwere

    Untuk mengoptimalkan kinerja HDD, motherboard yang anda gunakan hanya perlu kompatibilitas dengan SATA, versi I, II dan III tidak terlalu mempengaruhi kecepatan HDD. Namun untuk SSD versi SATA motherboard anda harus SATA III untuk mendapatkan performa maksimum. Pada SATA II kecepatan SSD dapat turun hingga 200mb/s.
  3. Perbandingan Harga

    Harga SSD untuk sekarang masih cukup mahal jika dibandingkan dengan HDD. Harga SSD 3x lebih mahal dari HDD.
  4. Space Penyimpanan

    Space penyimpanan HDD sangat bervariasi, untuk sekarang HDD tersedia dalam 256GB, 512GB, 1TB hingga 20TB. Sedangkan untuk SSD tersedia dalam 20GB, 40GB, 80GB, 120GB, 256GB, 512GB, 1TB hingga 4TB.
  5. Daya Tahan

    Secara umum SSD lebih kuat dari HDD. SSD tahan terhadap getaran sedangkan HDD sangat sensitif terhadap getaran. Hal ini karena getaran atau guncangan dapat menyebabkan piringan digital HDD tergores oleh chamber. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bad sector permanen.
    Efek Magnetis tidak menyebabkan data SSD menghilang atau rusak. Namun data pada HDD akan dirombak oleh energi magnetis. Oleh karenya HDD sangat sensitif terhadap magnet.
    Daya tahan tulis (Write Limitation) SSD mempunyai batasan bergantung dari manufaktur serta ukuran SSD. Write Limitation ini berkisar antara 50TB hingga 1000TB. Sedangkan HDD tidak mempunyai batasan mengenai daya tahan tulis, anda dapat menulis data berulang kali dengan HDD.
  6. Suhu Hardwere

    Suhu SSD lebih dingin karena SSD tidak mempunyai perangkat bergerak seperti HDD. HDD menimbulkan panas berlebih karena putaran spindle. Semakin besar RPM HDD semaikin banyak panas yang dihasilkan.
  7. Konsumsi Daya

    Konsumsi Daya SSD lebih hemat. SSD menggunakan daya 2-3 watt sedangkan HDD menggunakan 6-7 watt untuk beroperasi selama 30 menit.
  8. Umur Hardwere

    Umur Hardwere secara umum bergantung pada cara pemakaian pengguna. SSD diklaim dapat bertahan lebih dari 20 tahun. Namun karena HDD mempunyai daya tahan yang rendah dapat disimpulkan umur SSD lebih panjang dari HDD.
  9. Berat Hardwere

    SSD lebih ringan dari HDD. Penggunaan teknologi yang berbeda antara piringan digital dan NAND Flash sangat mempengaruhi berat hardwere. HDD rata-rata mempunyai berat 780gram sedangkan SSD 100gram.
  10. Kebisingan

    SSD tidak menghasilkan suara dan getaran. Karena HDD mempunyai spindle untuk memutar piringan sudah pasti hal ini menimbulkan suara bising. Suara bising HDD akan terdengar lebih jelas apabila HDD mengalami bad sector.

Pemilihan Hardwere Penyimpanan SSD atau HDD

Mengenai hal ini tentunya SSD menjadi pilihan terbaik dari pemaparan diatas. Selain itu kami juga memberikan rekomendasi penggunaan hardwere SSD atau HDD sebagai berikut
  1. Gunakan SSD sebagai direktori Sistem Operasi

    Sistem Operasi selalu melakukan proses baca tulis secara realtime ketika beroperasi. Saat anda menggunakan SSD sebagai direktori OS anda akan merasakan bertambah cepatnya proses booting dan membuka aplikasi pada komputer anda dengan signifikan. SSD mampu membuat proses booting (restart dalam windows 8, 8.1 dan 10) hingga 9 detik. Proses booting dengan HDD memakan waktu 1 menit bahkan lebih.
  2. Gunakan SSD untuk Data Center

    Data Center melakukan proses baca tulis 24 jam Non Stop. SSD merupakan hardwere yang cocok untuk melakukan hal ini. Selain itu SSD lebih murah dari hardwere lain yang memang diperuntukan untuk data center seperti NVme.
  3. Gunakan SSD di Laptop

    Laptop merupakan komputer jinjing, yang bekerja dapat berpindah pindah. Hal ini tentunya menimbulkan guncangan. Menggunakan SSD tentunya membuat data-data anda lebih aman.
  4. Gunakan HDD untuk Menyimpan File Media

    File media menggunakan space yang besar, jika anda menggunakan SSD untuk menyimpan koleksi movie ataupun musik anda akan mengeluarkan biaya lebih karena file media tidak terlalu membutuhkan kecepatan, HDD sudah cukup untuk membuka file media secara optimal.
  5. Gunakan SSD untuk menyimpan Game Besar

    Game-game dengan ukuran puluhan giga memerlukan kecepatan konstan untuk berjalan. SSD tentunya dapat mempercepat eksekusi data game anda ke RAM sebelum diproses oleh Prosesor dan VGA.
  6. Gunakan HDD untuk Disk Eksternal

    Anda boleh saja menggunakan SSD untuk disk eksternal. Namun anda dapat menyimpan uang anda untuk hal lain jika menggunakan HDD. Disk eksternal tidak bekerja secara terus menerus seperti disk internal. Disk eksternal juga fokus bekerja untuk perintah yang dilakukan user misalkan copy paste.

Sekian artikel SSD vs HDD Bagus Mana Berdasarkan Penggunaan.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Komentar
Konversi Code
Disqus
Silahkan Berkomentar Dengan